Esensi dan Tujuan Pendidikan

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang disingkat UU-Sisdiknas, menyebut esensi pendidikan nasional, “Pendidikan nasional adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritualitas keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara”.

Esensi pendidikan nasional itu dijabarkan dalam rumusan tujuan dalam UU-Sisdiknas yaitu: berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Find us on Instagram: SAYS INDO

Pengembangan potensi diri peserta didik itulah yang menjadi titik sentral pendidikan nasional yang dijabarkan oleh Ki Hajar Dewantara dengan slogan Tut Wuri Handayani (mendukung dari belakang) yang tercantum pada logo Kementrian Pendidikan sejak tahun 1945.

Hal itu mengandung makna bahwa setiap orang lahir dengan potensi masing-masing yang dikenal sebagai bakat, minat, dan kemampuan yang dapat sama, atau berbeda dengan yang lain.

Justru itu peserta didik pada setiap satuan dan setiap jenjang pendidikan berhak mendapatkan layanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya.

Peserta didik harus memperoleh suasana belajar dan pembelajaran sehingga mereka secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

Para pendidik bertugas dan berfungsi sebagai motivator, fasiliator, dan evaluator dengan membantu peserta didik melakukan identifikasi diri sendiri (oto-identivikasi), aktivitas diri sendiri (oto-aktivitas), dan transformasi diri sendiri (oto-transformasi).

Dengan demikian proses pendidikan berpusat pada peserta didik (student center), dengan menempatkan peserta didik sebagai subjek pendidikan (bukan objek pendidikan).

Baca juga: Pendidikan Untuk Mencerdaskan Bangsa I

Baca juga: Virus Oligarki dan Kartel I

Berdasarkan esensi dan tujuan pendidikan tersebut, maka peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan sesuai bakat, minat dan kemampuannya, dan untuk itu maka UU-Sisdiknas mengamanatkan kepada Pemerintah untuk melaksanakan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus dengan kurikulum khusus juga.

Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, mental, emosional, sosial, atau berada di daerah terpencil, dan tidak mampu secara ekonomi.

Demikian juga peserta didik berhak memperoleh pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.

Amanat UU-Sisdiknas tersebut sangat penting untuk melaksanakan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus juga meningkatkan daya saing bangsa dalam kehidupan global.

Jika peserta didik itu memperoleh pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya maka mereka akan memperoleh suasana belajar yang menyenangkan.

Itulah sebabnya sekolah yang berasal dari kata school (Inggris) atau secule (Latin) diartikan sebagai taman yang menyenangkan.

Tak salah jika Ki Hajar Dewantara menyebut lembaga pendidikan yang didirikan, dibina, dan dikembangkannya tersebut Taman Siswa, dengan slogan: Tut Wuri Handayani (mendukung dari belakang).

Hal itu dapat diartikan bahwa pendidik (guru, dosen, widyaswara) itu hendaknya lebih banyak berfungsi sebagai motivator, fasiliator, dan evaluator, karena peserta didik ditempatkan sebagai subjek pendidikan sehingga pendidikan berpusat pada peserta didik.

Justru itu salah satu prinsip pendidikan dalam UU-Sisdiknas menyebut bahwa pendidikan adalah proses pebudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.

Baca juga: Paradigma Ilmu dan Karakteristiknya

Baca juga: Ilmu Pengetahuan dan Prosedur Ilmiah

Prof. Dr. H. Anwar Arifin

Dilansir dari Buku Jurnal Ketatanegaraan Volume: 007/Februari 2018

Lembaga Pengkajian MPR RI

Advertisements