(Mobil distributor tengah mengantarkan roti/khobz untuk para pengungsi di Suriah. Foto/ACT/PutiHalimah.)

REYHANLI – Turki. Sejak pukul 07:00 waktu setempat, produksi ribuan roti pipih berdiameter 25 cm ini mulai dilakukan. Warga lokal menyebut roti tersebut khobz. Roti-roti inilah yang diberikan secara gratis untuk para pengungsi Suriah, pada hari peluncuran Program Pabrik Roti, Rabu (4/2/18).

Program Pabrik Roti merupakan ikhtiar jangka panjang Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam hal penyediaan pangan untuk pengungsi Suriah. Bekerja sama dengan pabrik roti lokal, sekitar 2.400 paket khobz diproduksi setiap harinya.

Ribuan lembar khobz diangkut menuju beberapa wilayah di Idlib, Suriah. Dari Reyhanli, roti-roti pipih ini dibawa masuk ke Idlib melalui gerbang perbatasan Cilvegozu dengan mengantongi izin baik dari Pemerintah Turki maupun Suriah. Ribuan khobz tidak hanya diberikan untuk pengungsi lama, namun juga untuk para warga Suriah yang umumnya baru mengungsi dari Ghouta Timur.

“Melalui program IHC dan Pabrik Roti ini, Insya Allah secara berkelanjutan kami akan distribusikan bantuan pangan. Tidak hanya melalui program IHC dan Pabrik Roti, namun juga program Kapal Kemanusiaan Suriah yang akan membawa 1.000 ton beras dari Indonesia. Karena seperti yang kita tahu, selain roti, masyarakat Suriah juga mengonsumsi nasi sebagai panganan utama sehari-hari,” jelas Bambang Triyono.

Kehadiran Program Pabrik Roti di Reyhanli menjadi penegas komitmen ACT untuk menyediakan suplai pangan dan logistik kepada pengungsi Suriah. Sebelumnya, Program Indonesia Humanitarian Center yang berfungsi sebagai pusat penyediaan bantuan logistik telah lebih dahulu beroperasi. Sebanyak 1.000 paket pangan dan kebutuhan pokok didistribusikan untuk pengungsi Suriah setiap bulannya. Paket pangan dan logistik ini juga menjangkau para pengungsi di perbatasan Turki-Suriah dan di dalam Suriah.

(Roti/khobz tengah disiapkan oleh koki. Foto/ACT/PutiHalimah.)

Mesin berdengung, koki roti mulai mempersiapkan adonan, sementara pekerja lain bersiap di ujung mesin konveyor. Semua berbaur dalam ritme kesibukan pagi di dapur sebuah pabrik roti yang ada di Reyhanli, Turki. Sejak pukul 07:00 waktu setempat, produksi ribuan roti pipih berdiameter 25 cm ini mulai dilakukan.

“Di masa tanggap darurat seperti ini, mereka tentu membutuhkan suplai pangan yang mencukupi. Insya Allah, roti-roti ini akan terus didistribusikan ke Idlib untuk pengungsi Suriah, baik yang baru datang dari Ghouta Timur maupun pengungsi lama,” jelas Bambang Triyono selaku Direktur Global Humanity Response ACT.

(Anak-anak yang mengungsi sedang menerima bantuan roti/khobz. Foto/ACT/PutiHalimah.)

“Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, semoga Allah membalas kebaikan kita semua,” doa Muhammad.

Program Pabrik Roti di Reyhanli ini menjadi lanjutan program serupa yang berjalan di Kilis, Turki, dan Idlib, Suriah pada awal 2017 lalu. Insya Allah, ribuan khobz akan senantiasa diantar ke kamp maupun flat pengungsi Suriah, seiring besarnya amanah kepedulian dari masyarakat Indonesia.

(Iqbal. Romdhoni)

Advertisements