A. Definisi Konsep Paradigma

Paradigma adalah cara pandang atau melihat sesuatu yang hidup dalam diri seseorang dan mempengaruhi orang tersebut dalam memandang realitas di sekitarnya.

Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori yang dikonstruksi sebagai suatu pandangan yang mendasar dari suatu disiplin ilmu tentang apa yang menjadi pokok persoalan yang semestinya dipelajari (Guba & Lincoln, 1988: 89-115).

Ada dua paradigma penelitian yaitu :

Logika-Positivistik (August comte 1798-1857), yang menggunakan metode-metode kuantitatif dan eksperimental untuk menguji generalisasi hipotesis-deduktif.

– Post-Positivistik (Edmund Husserll 1859-1926), yang menggunakan pendekatan kualitatif dan naturalistik secara induktif dan holistik, memahami pengalaman manusia pada konteks yang khusus. (Idrus, 2002)

Norman K. Denzin membagi paradigma menjadi tiga elemen yaitu ;

– Epistemologi : mempertanyakan bagaimana cara kita mengetahui sesuatu, dan apa hubungan antara peneliti dengan pengetahuan.

– Ontologi : berkaitan dengan pertanyaan dasar tentang hakikat realitas.

– Metodologi : memfokuskan pada bagaimana cara kita memperoleh pengetahuan.

Baca juga: Ilmu Pengetahuan dan Prosedur Ilmiah

Baca juga: Partai Politik Ditengah Ancaman Virus Okigarki dan Kartel

B. Karakteristik Penelitian

Penelitian adalah suatu proses untuk mencapai (secara sistematis dan didukung oleh data) jawaban terhadap suatu pertanyaan, penyelesaian terhadap masalah, atau pemahaman yang dalam terhadap suatu fenomena.

Proses tersebut, yang sering disebut sebagai metodologi penelitian, mempunyai tujuh macam karakteristik :

1. Sistematis merupakan proses penelitian yang terstruktur sehingga diperlukan langkah-langkah dan aturan tertentu untuk melaksanakannya.

Langkah-langkah penelitian pada model penelitian kuantitatif dan model penelitian kualitatif adalah sebagai berikut ;

a. Model penelitian kuantitatif

– Penentuan variabel

– Perumusan masalah

– Pelacakan informasi

– Pengajuan teori

– Pengajuan Hipotesis

– Penentuan desain penelitian

– Pengujian Hipotesis

– Penarikan kesimpulan Berdasar hasil uji Hipotesis

b. Model penelitian kualitatif

– Penentuan tema penelitian

– Penentuan fokus penelitian

– Pelacakan informasi

– Pengambilan Data dan Reduksi Data

– Penarikan kesimpulan sesuai konteks penelitian

Baca juga: Pendidikan Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

2. Logis langkah-langkah penelitian yang sistematis urutannya harus logis pada setiap tahap sehingga validitas internal secara relatif dapat terpenuhi.

3. Empiris Rasional peneliti harus berkenaan dengan realita/dunia nyata yang dapat terindera oleh pancaindera manusia.

4. Reduktif merupakan bagian dari usaha untuk menerjemahkan realita menjadi pernyataan yang bersifat konseptual, sehingga dapat digunakan untuk memahami kejadian satu dengan yang lainnya.

5. Reflicable penelitian harus dapat diulangi oleh orang lain atau peneliti lain sebagai upaya untuk mengecek kebenarannya.

6. Transmitable penelitian harus memecahkan masalah-masalah sehingga berguna bagi berbagai pihak yang memerlukannya.

7. Berencana dan sesuai dengan konsep ilmiah artinya penelitian dilaksanakan, karena adanya unsur kesengajaan dan sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.

Dosen : Dr. Ummanah. S.sos, M,si.

Daftar Pustaka

– Ali Muhidin, Sambas. Dkk. 2010. Desain Penelitian Kuantitatif. Bandung: Penerbit Karya Adhika Utama.

– Irwan Prasetya. 1999. Logika dan Prosedur Penelitian. Jakarta: STIA-LAN.

– Idrus Muhammad. 2009. Metode Ilmu Peneltian Sosial. Yogyakarta: Penerbit Erlangga.

Advertisements